Siapa bilang….Implementasi PMRI hanya untuk Sekolah Dasar…. Nggak Lagi Tuch…

Posted in Uncategorized on October 18, 2009 by yullyshelsa

Banyak kalangan pecinta matematika mempunyai image bahwa PMRI atau pembelajaran realistik hanya cocok dilaksanakan untuk sekolah dasar, hal ini terjadi karena perkembangan PMRI sendiri di Indonesia baru sampai tahap Sekolah Dasar. Hal ini sangat lumrah, berkaca dari pengalaman pemerintah Belanda, tempat ilmu realistik ini berasal yang dikenal dengan istilah RME, mereka membutuhkan 46 tahun untuk mengimplimentasikan RME ini secara menyeluruh. Perlu kita sadari hal ini memang tidak mudah, tidak hanya butuh waktu, tapi juga kerja keras dan semangat dari guru-guru kita. Sangat perlu diingat, tidak ada yang tidak mungkin, jika kita berusaha keras.

Continue reading

PMRI Menjadikan Guru Kreatif lho….

Posted in Uncategorized on October 16, 2009 by yullyshelsa

Menciptakan suasana belajar matematika di kelas yang penuh inspirasi, kreatif dan antusias bagi siswa merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seorang guru. Dengan demikian, guru bersama siswa akan selalu merindukan suasana kelas yang menyenangkan dan berkesan. Untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, dibutuhkan sebuah proses kreatif dalam merancang proses pembelajaran. Tentunya peran guru secara optimal diharapkan mampu mendayagunakan potensi diri sehingga menghasilkan ide-ide baru dan cerdas, sehingga pembelajaran matematika dapat berjalan dengan baik.
Implementasi PMRI sebagai salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang diadopsi dari RME yang berasal dari Belanda mempunyai beberapa karakteristik. Treffers dalam Ariyadi (2008) menjelaskan bahwa: ”RME can be described by means of the following five characteristics (Treffers, 1987):
• The use of contexts (menggunakan konteks)
• The use of models (menggunakan model)
• The use of students’ own productions and constructions.
• The interactive character of the teaching process.
• The intertwinementof various learning strands”
Dengan mengimplementasikan PMRI di kelas, guru dengan sendirinya akan medesain pembelajaran sesuai dengan karakteristik PMRI, untuk menjelaskan suatu materi guru harus menggunakan konteks yang sesuai dengan siswa, contohnya pada materi pecahan, biasanya anak2 yang bersekolah di Jakarta tidak asing lagi dengan PiZZa, mereka bisa menggunakan konteks piZZa untuk mengenalkan konsep pecahan, sedangkan bagi masyarakat Sumatera Barat biasa dengan kue gadang.
Proses kreatif juga berarti bagaimana membuat setiap siswa memiliki multiperspektif dan cara pandang yang luas terhadap sebuah fakta. Proses kreatif juga berarti bahwa setiap siswa mampu mengamati hal-hal detail yang menjadi rujukan dalam berpendapat maupun menyelesaikan permasalahan, baik untuk dirinya sendiri maupun komunitas dalam masyarakat.
Guru matematika di sekolah saat ini tidak hanya dituntut untuk mendesain pembelajaran baik itu soal, media dan strategi apa yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya adalah tuntutan undang-undang yang muncul. Melalui PMRI guru-guru akan terpola untuk berpikir bagaimana menciptakan strategi, media maupun desain kelas dan sebagainya sesuai dengan konteks dan kondisi siswa, sehingga pembelajaran matematika lebih menggairahkan seperti menggunakan presentasi pengajaran yang lebih hidup dan menarik bagi setiap siswa, kemudian menyusun bahan pengajaran yang sesuai, merancang setting kelas. Point penting adalah keterlibatan aktif siswa. Siswa yang mempunyai sikap analitis, kritis membutuhkan dorongan dan stimulasi yang simultan (terus menerus).
Di sinilah peran penting seorang guru yang menjadi fasilitator siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, menjelajahi lebih dalam tentang suatu ilmu dan menggali lebih banyak informasi yang ada, hal ini senada dengan karakteristik dari PMRI. Performa guru juga ikut andil untuk ikut menciptakan suasana yang mendukung saat belajar. Guru yang optimis, percaya diri, mempunyai kapasitas keilmuan yang tidak diragukan akan melejitkan potensi siswa dan membuat siswa menjadi optimis dan percaya diri. Terus maju Pendidikan Indonesia!!

Observation Report in MIN 2 Palembang

Posted in Uncategorized on August 13, 2009 by yullyshelsa

Classroom observation was conducted in the class 2­C MIN 2 Palembang on Thursday (July 16, 2009). Materials lesson learned is that sort number up to 500.

Before classroom observation is done, teacher form a group of students, they were divided into 6 groups which each group and prepare all things necessary for the learning process. As introduce the material, the teacher given by a picture or fhoto the flag ceremony and the vanguard of sprint participan to each student.

Continue reading

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika kelas 2

Posted in Uncategorized on July 9, 2009 by yullyshelsa

Meliputi Kurikulum, Silabus, RPP dan Materi

download file lengkap (1.4 MB)

The Rope (Report Class)

Posted in Uncategorized on July 8, 2009 by yullyshelsa

YULLYS HELSA

The Report on Writing

  1. Introduction

What characteristics the PMRI curricullum should have in order to prove RME could be utilised in Indonesia and could address some problems in the geometry instruction was the main issue in this study. The characteristics of the PMRI curricullum for learning and teaching the topic of geometry, we can use some ropes to teach. Geometry. The medium like this rope:

Continue reading

PMRI Classroom Observation

Posted in Uncategorized on June 24, 2009 by yullyshelsa

YULLYS HELSA

Report of Observation MIN 2 Palembang

  1. Introduction

The government was also develoving some programmes and innovations in order to enchange quality mathematic education in Indonesia. One of proggrame is consortium between university of Utrecht, the Netherlands with Sriwijaya State University (UNSRI) and Surabaya State University (UNESA). UNSRI with Internasional Master Programme on Mathematics Eduation 2009 have some subject math department programme. Classroom observation is one of courses offered in this Program. Its purpose to learn about PMRI project as a preparation for the researches in the classroom. Classroom observation was done in the schools that have joined with PMRI project in Palembang. There are four elementary schools those will be observed, SD Negeri 98 Palembang, MIN 1 Palembang, MIN 2 Palembang and SD 117 Palembang.

Continue reading

Hello world!

Posted in Uncategorized on June 24, 2009 by yullyshelsa

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!